ONE STOP NETWORK

ONE STOP NETWORK
SHOPPING ONLINE TERPERCAYA

KOPI MORGAN DAHSYAT

MORGAN COFFEE

MORGAN COFFEE SINO USA COLLABORATION TECHNOLOGY

Create your own video slideshow at animoto.com.

Jumat, 15 Oktober 2010

Network Marketing Sulit Dijalankan. Benarkah?

Sudah berapa sering Anda mendengar orang mengatakan bahwa bisnis network-marketing sulit dijalankan. Jika saat ini Anda sendiri sedang mengembangkan bisnis network-marketing, saya yakin pernyataan di atas sudah biasa Anda dengar prospek-prospek Anda. Jika Anda belum menjalankan bisnis network-marketing Anda sendiri, kemungkinan besar Anda juga pernah menggunakan alasan di atas untuk menghindar dari teman-teman yang mengajak bergabung. Tapi, benarkah bisnis network-marketing benar-benar sulit dijalankan???

Saya sendiri pernah berpikir bahwa menjalankan bisnis network-marketing itu sulit. Lagipula, karir saya berkembang relatif cepat, sehingga saya pernah beranggapan bahwa tanpa perlu repot-repot menjalankan bisnis network-marketing, saya akan berhasil mencapai kebebasan finansial dalam waktu singkat.

Kenyataannya adalah, semakin karir saya menanjak, semakin banyak waktu pula yang harus saya alokasikan untuk urusan kantor, sedangkan waktu untuk keluarga semakin lama semakin sedikit. Hal inilah yang membuat saya kembali mempertimbangkan kembali bisnis network-marketing sebagai upaya untuk mencapai kebebasan finansial.

Setelah mempertimbangkan beberapa alternatif, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing saya sendiri.

Keputusan saya untuk menjalankan bisnis network-marketing didasarkan atas beberapa pertimbangan. Sebagai orang yang pernah mengatakan bahwa “network-marketing sulit dijalankan,” saya mencoba membandingkan tingkat kesulitan bisnis network-marketing dengan beberapa alternatif lain.

Network-marketing sulit dijalankan.

Benarkah? Dibandingkan dengan apa?

Bagaimana rasanya harus meninggalkan bayi Anda yang baru lahir dua bulan yang lalu dengan baby-sitter di rumah karena Anda dan suami/istri Anda terpaksa harus bekerja hanya untuk membayar tagihan bulanan? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah menikahi orang yang paling Anda cintai dan pernah Anda janjikan hal-hal yang serba indah tetapi sampai sekarang belum dapat Anda penuhi? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya jika Anda dan pasangan Anda menyadari bahwa Anda tidak akan mampu membeli rumah idaman Anda karena tidak mungkin membayar cicilan bulanan? Sulitkah itu???

Bagaimana rasanya terpaksa menyelesaikan pekerjaan kantor pada hari Minggu sore dan terpaksa mengingkari janji untuk membawa anak Anda pergi berenang? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya harus kerja lembur di kantor di malam Natal dan tidak bisa meluangkan waktu untuk mengikuti misa Natal di gereja bersama keluarga Anda? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya untuk tiap hari berangkat kerja dengan mobil butut berumur lima belas tahun dan selalu harus dibawa ke bengkel setiap dua minggu sekali, tetapi Anda tidak sanggup untuk membeli mobil baru? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya jika setiap kali membeli baju, Anda terpaksa membeli yang paling murah dan bukan membeli baju yang terlihat paling bagus untuk Anda? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya setiap kali berbelanja dengan keluarga Anda harus memikirkan, “Jika kita beli yang ini, maka kita tidak akan sanggup membeli yang itu.”? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya mengetahui bahwa Anda telah bekerja keras selama 30 tahun untuk suatu hari harus pensiun dengan sepertiga pendapatan Anda sekarang? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya jika suatu hari anak Anda yang telah dewasa pindah ke kota lain dan Anda tidak sanggup mengunjunginya karena harga tiket pesawat terbang terlalu mahal? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya melihat anak Anda tanpa disadari telah tumbuh remaja dan dewasa padahal sewaktu mereka kecil Anda sangat sedikit meluangkan waktu untuk mereka? Sulitkah itu?

Bagaimana rasanya jika Anda di-PHK karena kantor Anda gulung tikar karena Krisis Moneter? Sulitkah itu?

Tahukah Anda hal yang paling sulit?

Hal yang paling sulit itu bukanlah menjalankan bisnis network-marketing.

Hal yang paling sulit adalah suatu hari Anda menyadari telah terlalu banyak membuang-buang waktu yang berharga, dan waktu yang telah Anda sia-siakan tersebut telah hilang untuk selama-lamanya.

Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari, tahun demi tahun hilang tak berbekas. Waktu yang hilang tak berbekas ini seharusnya dapat Anda gunakan sedikit-demi-sedikit untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing Anda secara konsisten dan perlahan-lahan. Manusia sering punya kebiasaan buruk untuk mencari-cari alasan untuk tidak mengerjakan hal-hal yang seharusnya dikerjakan. Seringkali kita mengizinkan orang lain yang tidak berhak dan tidak berkepentingan untuk mengatur hidup kita dan keluarga kita, masa depan kita dan masa depan kita.

Apakah network-marketing benar-benar sulit dijalankan?

Apakah sulit untuk menunjukkan kepada teman-teman produk bermutu tinggi?

Apakah sulit untuk mempelajari sistim bisnis network-marketing sehingga bisa menyampaikannya kepada orang lain?

Apakah sulit untuk meluangkan satu jam sehari untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis network marketing Anda?

Apakah sulit untuk tidak menonton TV/sinetron selama satu jam sehari dan mempergunakan waktu tersebut untuk mengembangkan bisnis network-marketing Anda?

Apakah sulit untuk mengerti bahwa dengan menjalankan bisnis network-marketing secara konsisten dan perlahan-lahan selama beberapa tahun Anda akan dapat mencapai kebebasan finansial?

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun ke depan supaya keluarga Anda dapat membeli rumah idaman?

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya anak Anda dapat sekolah di perguruan tinggi yang bermutu tinggi dan bukan yang uang kuliah-nya murah?

Sanggupkah Anda bekerja keras mengembangkan bisnis network-marketing Anda selama tiga tahun supaya taraf hidup keluarga dapat Anda tentukan sendiri dan bukan ditentukan oleh orang-orang yang tidak berhak? Segeralah sadari bahwa Anda mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan bisnis network-marketing.
Network-marketing benar-benar mempunyai kekuatan untuk merubah hidup Anda. Tapi, semua potensi-potensi yang ditawarkan oleh network-marketing tergantung kepada Anda sendiri untuk merealisasikannya. Setelah mempelajari perbandingan-perbandingan di atas, apakah Anda masih merasa bahwa network-marketing sulit dijalankan?

Apakah maksud sebenarnya Network Marketing ?

Banyak orang berpandangan negatif terlebih dulu tentang konsep MLM (network marketing) karena mereka belum mengetahui konsep MLM yang sebenarnya.

Di sini, saya akan mencoba menjelaskan konsep Network Marketing atau MLM yang sesungguhnya.

Konsep MLM (network marketing) adalah “direct selling” atau lebih dikenal sebagai penjualan langsung dengan mengandalkan jaringan pemakai atau penjual.

Berikut perbandingan antara konsep bisnis konvensional dan bisnis direct selling “network marketing”

Bisnis Konvensional

Kita sudah sama-sama mengerti jika keberhasilan semua bisnis, ditentukan oleh besarnya tingkat penjualan.

seorang dokter menjual dikatakan sukses karirnya jika ia berhasil menjual jasa profesionalnya dalam pengobatan, begitu pula pabrik elektronika bisa lebih maju jika penjualan barang produksi elektronik-nya makin tinggi, dll.

Berbicara tentang jaringan, hanya perusahaan yang betul-betul mempunyai visi besar untuk memperluas bisnisnya saja yang biasanya akan membuka jaringan distributor di berbagai lokasi untuk memperluas bidang usahanya.

Semakin banyak jaringan distributor di berbagai daerah, perusahaan akan semakin dekat dengan konsumen. Jadi secara otomatis perusahaan makin cepat berkembang, contohnya jaringan distributor Indofood, Astra Honda, Bank, dll.

konvensional

Semakin banyak jaringan distributor di berbagai daerah, konsumen akan semakin dipermudah.

Perlu anda ketahui, beaya distribusi konvensional ternyata sangat tinggi. menurut statistik biaya distribusi rata-rata perusahaan berskala besar bisa mencapai 60 – 80 %. Dan semua beban beaya ini dikenakan pada harga produk-produk tersebut di tingkat konsumen.

Jadi selama ini, saat anda beli barang-barang di pasar atau supermarket, anda secara tidak langsung telah menyetor uang yang anda belanjakan kepada distributor-distributor konvensional ini.

Jadi, kalau begitu, untung sekali menjadi distributor,ya?

Pertanyaanya, jika kita ingin menjadi seorang distributor di bisnis konvensional bisa nggak ya?

Bisa, tetapi siapkan diri anda dengan Berapa modal yang mesti anda persiapkan untuk menyediakan tempat, pekerja dan produknya?

Punyakah relasi orang penting di bisnis yang akan anda dirikan?

Kesimpulannya, tidak semua orang sanggup menjalaninya.

Bisnis Network Marketing “Direct Selling”

Jaman sudah berubah, konsep distributor konvensional yang cenderung hanya untuk orang-orang tertentu ternyata bisa kita lakukan dengan biaya yang sangat murah dan semua orang dengan berbagai latar belakang bisa menjalaninya sebagai distributor langsung.

Di bisnis “Direct Selling” terjadi pemangkasan biaya pada distributor-distributor konvensional.

Semua produk pabrik langsung disalurkan ke distributor langsung untuk konsumen, tanpa melewati jalur distributor seperti di tingkat konvensional sehingga dengan harga produk yang sama di tingkat konsumen, semua keuntungan pemotongan distribusi konvensional di ubah dalam bentuk bonus, reward-reward mewah.

Menurut prediksi para pakar ekonom dunia seperti Donald Trump, Robert T Kiyosaki, Paul Zane Pillzer, etc bisnis Network Marketing akan menjadi tren bisnis di tahun 2010, semua perusahaan akan melirik konsep bisnis ini untuk bisa tetap bertahan.

direct-sell

Pertanyaanya, bisakah kita menjadi distributor langsung?

Bisa, karena bisnis ini tidak melihat latar belakang anda.

Anda tidak perlu modal besar dan tidak perlu relasi orang-orang penting

Anda tidak perlu sewa tempat dan memikirkan pegawai.

Dengan konsep Personal Franchise, Distributor dengan konsep personal bisa anda jalankan dengan mudah.

Bahkan hasil yang anda dapatkan, bisa melampaui penghasilan distributor konvensional.

Jadi, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk sukses.

Pertanyaan berikutnya, perusahaan Network Marketing seperti apa yang bisa menjamin kesuksesan financial anda?

Tidak semua perusahaan Network Marketing bisa menjamin kesuksesan anda, ada persyaratan-persyaratan tertentu yang mesti anda pertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk bergabung di bisnis ini.

Bisnis yang akan meledak di masa depan?

Percaya atau tidak, jawabannya adalah industri kesehatan. Siapa yang menjalankan bisnis kesehatan, akan menguasai bisnis masa depan.
Industri kesehatan Sebagai Sebuah Bisnis Masa Depan
Dalam buku Best Sellernya, The Next Trillion Dollars Industry, Pengamat Ekonomi yang juga seorang futuris, PAUL ZANE PILLZER, mengungkap bahwa satu dekade mendatang perkembangan industri kesehatan mencapaititik yang sangat fantastis.

Prediksi ini berdasarkan adanya Generasi kelas menengah yang semakin mapan dan mulai memperhatikan hal lain diluar semua kebutuhan yang sudah mereka penuhi, mereka sudah mampu beli mobil, beli rumah, alat elektronik dan segala kebutuhan lainnya, dan mereka masih mempunyai uang untuk mereka gunakan.
Lalu kemana uang mereka alokasikan ?
Penelitian PAUL ZANE PILLZER menunjukkan bahwa sebagian besar uang akan digunakan untuk membeli kebutuhan kesehatan dan kecantikan. Ternyata setelah semua kebutuhan dasar terpenuhi, sebagian besar kaum menengah ingin awet muda, sehat dan tampil menarik. Dan semuanya kini sedang mengikuti trend kembali pada alam, bahkan Trend ini sudah merambah ke semua strata sosial.
Di Amerika Trend ini dipelopori oleh Kaum Baby Boomer yang merupakan generasi yang belakangan menjadi penggerak , trend setter gaya hidup yang mampu mejadi mesin penggerak ekonomi global. Merekalah yang membuat industri property meledak, Industri otomotif berkembang pesat. Mereka pula yang yang menggerakkan industri asuransi, komputer dan internet ( di indonesia diwakili oleh kelas menengah).
Saat ini, di Amerika saja, menurut Paul, generasi tersebut menghabiskan sekitar 200 milyar dolar AS per tahun untuk produk perawatan kesehatan. Jumlah ini diperkirakan setengah dari angka belanja kendaraan. Dan dperkirakan akan mencapai puncak tertinggi pada akhir tahun 2010, yaitu mencapai 1000 milyar dolar AS atau 1 trilyun dolar AS pertahun, atau sekitar 19 juta dolar ( 19 milyar rupiah ) per menit. Meningkat sekitar 500 persen.
Menurut Paul, ada empat pilihan jika mau mendapat bagian dari bisnis masa depan ini?

  • Pertama

Menjadi tenaga ahli atau praktisi , seperti dokter, spesialis, dsb. Tentu saja untuk menjadi kelompok ini diperlukan bekal pendidikan yang tidak murah dan kecerdasan diatas rata-rata

  • Kedua

Sebagai produsen, tetapi tentu saja harus didukung dengan invetasi milyaran, bahkan trilyunan untuk bangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, dsb.

  • Ketiga

Sebagai Penjual Retail, Tetap saja harus mempersiapkan modal yang tidak sedikit juga

  • Keempat

Sebagai Distributor
Dalam 30 tahun perkembangan bisnis dunia, distributor adalah bagian dari rantai bisnis yang paling besar mendapatkan keuntungan. Jadi keuntungan terbesar bukan pada produsen melainkan distributor. Contohnya : Sam Walton dengan “Wall Mart” nya, Fred Smith dengan “Fed-Ex”, Josh Bishop dengan “ Amazon.com”. Mereka adalah distributor.
Produk yang Tepat, Peluang yang tepat
Berdasarkan ramalan ini banyak perusahaan-perusahan besar dan yang baru mulai berlomba-lomba bergerak dalam bidang kesehatan lalu mereka tidak segan-segan merubah cara memasarkan produk dengan cara Rantai Distribusi Network Marketing (MLM), sebagagai contoh untuk perusahaan dalam negeri yakni PT. Sido muncul, dll.

Jadi APA hubungannya dengan MLM?
Karena dengan MLM semua bisa jadi Distributor dengan biaya yang murah dan tidak perlu punya keahlian khusus disebabkan masing-masing MLM sudah ada media pembelajaran bagi para Distributornya.

semoga bermanfaat

10 Tips Memilih Bisnis MLM

Khusus buat Anda yang pernah atau sedang berkecimpung dalam bisnis sejenis MLM (Multi Level Marketing), silahkan review kembali profil Perusahaan MLM Anda, adakah kualifikasi di bawah ini sudah dipenuhi oleh Perusahaan Anda ? Jika ada
salah satu poin belum terpenuhi, silahkan pertimbangkan untuk “berpindah ke lain hati” atau Perusahaan MLM lain yang berkualitas.

1. Apakah perusahaan telah berdiri stabil atau meningkat selama 2 tahun terakhir ?

Pilih perusahaan yang telah terbukti mengalami kemajuan sejak pertama kali berdiri.

2. Apakah perusahaan mempunyai modal yang cukup ?

Dengan kata lain, perusahaan memiliki dana yang dibutuhkan demi pertumbuhan, untuk mengembangkan infrastruktur yang solid, untuk menarik perhatian manajemen yang bertalenta, untuk berkompetisi dengan teknologi, dan yang terpenting untuk memberi Anda bonus-bonus.

3. Apakah perusahaan menawarkan produk atau jasa yang unik ?

Produk dan jasa yang di jual, mempuyai keunggulan dibandingkan yang beredar di pasaran. Terlebih jika mudah dijelaskan kegunaannya kepada prospek.

4. Apakah produk & jasa termasuk yang biasa diperlukan oleh masyarakat ?

Produk atau jasa harus memenuhi kriteria “kebutuhan” masyarakat dengan harga yang pas, berkualitas serta mempunyai nilai tersendiri.

5. Apakah produk atau jasa berlaku untuk jangka panjang ?

Anda tidak bisa meraih passive income jika produk atau jasa yang Anda tawarkan hanya bersifat yang sedang trend. Carilah produk atau jasa yang digunakan terus-menerus selama bertahun-tahun kedepan.

6. Apakah perusahaan memberi bonus langsung ?

Penerimaan bonus langsung dapat memudahkan Anda mengatur keuangan. Secara mental, bonus langsung ini bisa menyemangati Anda untuk menjual lagi dan lagi.

7. Apakah sistem marketing mengikuti perkembangan teknologi ?

Perusahaan menyediakan semisal situs internet demi fleksibilitas ketika menjual dan merekrut. Karena tidak semua orang mempunyai tipe seorang sales, yang penuh gairah menjajakan produk atau jasa door to door.

8. Apakah upline/sponsor peduli dengan kesuksesan Anda ?

Jika perusahaan cukup kuat, produk atau jasa berkualitas tinggi, maka kemungkinan Anda sukses semakin besar. Itupun jika upline/sponsor melatih, memotivasi dan mendukung penuh terhadap kesuksesan Anda.

9. Apakah perusahaan menyediakan sistem part-time ?

Katakanlah Anda seorang dokter yang tertarik dengan bisnis MLM. Dalam hal ini, perusahaan tak hanya mempersilahkan seseorang untuk menekuni bisnis MLM secara full-time, karena sebagai dokter Anda ingin tetap bisa menolong orang selain bisa meraih penghasilan extra melalui bisnis MLM.

10.Apakah Anda merasa bahagia ?

Walaupun ini bukan elemen inti bagi para pebisnis, namun bisnis MLM yang dijalani seyogyanya dapat menciptakan kegembiraan saat bekerjasama dengan upline dan downline demi menggapai masa depan yang lebih indah.

Evolusi Industri MLM

Memasuki Industri MLM

Untuk memulai MLM, Anda tidak perlu melepaskan pekerjaan utama Anda. Bahkan Anda tidaK perlu mengambil risiko keuangan yang berarti, karena modal ideal yang dibutuhkan umumnya hanya sekitar Rp 85.000 hingga Rp 500.000,-

Bagaimana Anda memulai karir MLM Anda? Cara paling umum adalah Anda disponsori oleh seorang distributor yang sudah lebih dulu bergabung dengan perusahaan MLM tersebut. la adalah orang yang memperkenalkan Anda ke perusahaan MLM itu. Kadang-kadang Anda bisa disponsori langsung oleh pihak perusahaan. Tapi cara kedua ini kurang menguntungkan bagi Anda, karena dengan semakin banyaknya jajaran upline Anda, semakin banyak pula dukungan yang bisa Anda dapatkan

Bila Anda disponsori langsung oleh pihak perusahaan, maka dukungan satu-satunya adalah dari pihak perusahaan yang umumnya memililki keterbatasan waktu dan tenaga personel

Seperti layaknya apabila Anda memulai suatu bisnis, Anda sudah selayaknya melakukan investasi waktu, komitmen dan finansial untuk uang pendaftaran anggota, pembelian beberapa produk, literatur, brosur, mengikuti training, dll.

Kini Anda telah siap untuk memulai bsnis MLM Anda dengan menjalankan sistem yang telah tersedia. Di bisnis MLM, Anda adalah ‘boss’ bagi diri Anda sendiri.

Evolusi dari Perkembangan Industri MLM/Network Marketing Hingga Hari Ini dan Esok

Bilamana pada mulanya reputasi MLM/Network Marketing mendapat ‘tantangan’ dari berbagai kalangan, kini sudah jauh berbeda. Beberapa fakta yang membuktikan adanya evolusi persepsi tentang industri ini:

1. Bertambahnya jumlah perusahaan-perusahaan dunia yang memiliki divisi MLM tersendiri.

2. Semakin banyaknya masyarakat ‘biasa,’ mulai dari ibu rumah-tangga, pengangguran, mahasiswa, hingga pemulung telah terbukti mampu mendapatkan penghasil an bulanan hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

3. Sedemikian tinggi nilai dan berartinya industri MLM ini sehingga kedua calon Presiden Amerika -George W. Bush dan Al Gore- memperdebatkannya dalam kampanye mereka tahun lalu.

Bagaimana dengan masa depan MLM? Perkembangan e-commerce ikut membantu perkembangan MLM. Bahkan seakan-akan industri e-commerce memang tercipta untuk MLM

Kini masyarakat dapat mempelajari dan membandingkan berbagai perusahaan MLM, produk dan sistem bonus hanya dengan klik mouse computer. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan MLM tersebut untuk semakin meningkatkan mutu mereka dalam persaingan yang semakin ‘instan.’ Suatu keuntungan bagi masyarakat.

Para pakar marketing mulai memperhitungkan sinergi e-commerce dengan MLM. Bagaimana seandainya e-commerce sebagai industri dengan perkembangan tercepat di dunia digabungkan dengan MLM sebagai industri dengan konsumen paling ‘loyal’? Jawabannya: ‘e-MLM.

Sebuah contoh argumentasi bahwa MLM dapat menunjang perkembangan e-commerce adalah kasuswww.amazon.com yang dulu merupakan salah satu situs yang paling menguntungkan. Namun belakangan ini keuntungan mereka menyusut dan ditinggalkan oleh para pelanggannya dalam waktu yang sangat singkat padahal mereka tidak pemah mengendorkan iklan dan promosi mereka. Sebagai info, dibulan Desember 2000 saja mereka mengeluarkan baya iklan, hingga $90.000.000

Para pakar mulai mempertarryakan: seandaanya www.amazon.com menggunakan sistem MLM, kemungkinan besar tidak akan dtinggalkan oleh para pelanggannya, karena para pelanggan tersebut merasa ‘ikut memiliki’ situs atau perusahaan tersebut.

Apakah MLM akan merajai perekonomian dan perdagangan dunia? Mungkin tidak dalam waktu dekat, tapi setidaknya MLM telah terbukti mampu memberikan pilihan kepada masyarakat dunia untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.

Pemain Baru di Bisnis Network Marketing

Jika Anda pernah menghadiri presentasi bisnis network-marketing pada saat bisnis network-marketing mulai beroperasi di Indonesia kurang lebih 10 tahun yang lalu, Anda akan melihat banyak ibu-ibu rumah tangga yang hadir. Sekarang, bisnis network-marketing telah digeluti oleh orang dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, tapi yang berkembang paling pesat adalah pelaku network marketing baru dari kalangan eksekutif dan kalangan professional.

Perkembangan industri network-marketing selama satu dekade terakhir telah berhasil menarik minat banyak kalangan untuk ikut berpartisipasi. Saat ini, kita sudah melihat banyak professional yang menjalankan dan mengembangkan bisnis network-marketing mereka sendiri.

Sekarang, jika Anda menghadiri presentasi bisnis network-marketing, sudah merupakan hal yang lumrah untuk melihat dokter, bankir, pengacara, bintang sinetron, selebritis yang berpartisipasi dalam presentasi bisnis tersebut.

Meningkatnya partisipasi dari kalangan eksekutif dan professional memberikan kontribusi yang tinggi terhadap perkembangan industri network-marketing. Dengan bergabung, kalangan professional membawa keahlian teknis, pengakuan sosial dan juga kredibilitas terhadap industri network-marketing. Para professional ini adalah orang-orang yang mempunyai karir yang relatif mapan dan penghasilan yang relatif tinggi.

Kalau begitu, mengapa para eksekutif dan professional ini berminat menggeluti bisnis network-marketing.Para professional tertarik untuk menggeluti bisnis network-marketing karena bisnis ini menawarkan potensi kebebasan finansial (financial freedom) dan kebebasan untuk mengatur hidup mereka sendiri tanpa harus bergantung kepada orang laiPara professional adalah calon-calon yang ideal untuk menggeluti bisnis network-marketing. Mengapa?

Mari kita analisa kehidupan seorang dokter. Seorang dokter bekerja 10 s/d 12 jam sehari, dan kadang-kadang harus siaga 24 jam. Memang tidak dapat dibantah bahwa penghasilan seorang dokter relatif cukup tinggi. Jika seorang dokter memperoleh pendapatan Rp.300 juta per tahun, penghasilan tersebut tetap saja merupakan penghasilan linear (linear income). Seorang dokter menerima income jika mereka bekerja/berpraktek, jika mereka tidak bekerja/berpraktek, income tidak akan datang dengan sendirinya.

Walaupun seorang dokter memperoleh income yang relatif tinggi, ia juga menginginkan lebih banyak waktu untuk keluarganya, untuk mengembangkan hobbynya atau untuk menikmati liburan dengan keluarganya. Bisnis network-marketing memungkinkan seorang dokter untuk mencapai apa yang tidak ditawarkan oleh penghasilan linear dia.

Kalangan eksekutif (seperti bankir) juga menginginkan hal yang sama. Akibat Krisis Moneter, banyak bankir yang dulu memperoleh income ratusan juta per tahun mengalami PHK hingga harus mencari sumber income lain dan dapat memberikan income tinggi secara lebih terjamin.

Untuk para eksekutif yang tidak terkena PHK akibat krisis moneter, mereka mungkin harus bekerja 2 kali lebih keras tanpa memperoleh kenaikan gaji. Oleh karena itu, mereka juga mulai mempertimbangkan alternatif-alternatif lain untuk memperoleh income yang tinggi. Lagi-lagi, bisnis network-marketing merupakan solusi yang mereka butuhkan.

Network-marketing adalah satu-satunya bisnis yang beresiko rendah, tetapi berpotensi memberikan hasil yang luar biasa tinggi. Hal ini tentu saja menarik untuk para professional yang walaupun mempeoleh income yang tinggi, tetapi harus dengan mengorbankan waktu yang seharusnya di-alokasikan untuk keluarga dan orang-orang tercinta.

Saya yakin, dengan berlalunya waktu, akan semakin banyak lagi eksekutif dan professional yang juga akan ikut bergabung dan mengembangkan industri network-marketing ini.

Jika Anda adalah seorang professional yang sedang mempertimbangkan untuk menggeluti bisnis network marketing, dengan senang hati saya akan bekerjasama dengan Anda untuk mewujudkan financial independence yang Anda impikan.

Minggu, 10 Oktober 2010

Apakah Multi Level Marketing itu?

Multi-level marketing adalah jalur alternatif bagi perusahaan untuk mendistribusikan produk dan jasanya ke pasaran (jalur distribusi yang lain termasuk supermarket, toko retail, door to door sales dan lain-lain).

Mengapa perusahaan memilih MLM untuk mendistribusikan produknya?

Ada beberapa alasan :


1. Biaya overhead yang rendah
Tidak seperti perusahaan retail, perusahaan MLM tidak perlu mengalokasikan dana yang besar dalam advertising untuk menarik customer. Sebagai penggantinya, dana dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributor untuk memasarkan produk ke customer. Selain itu, perusahaan hanya perlu memberikan komisi bagi distributorberdasarkan hasil, yaitu dari persentasi dari produk yang terjual.

2. Biaya overhead distribusi yang rendah
Typical distribusi melalui retail menggunakan serangkaian regional, negara, kota, dan retailer lokal untuk mendistribusikan barang-barang. Masing-masing perlu mendapatkan keuntungan dan melakukan mark up harga dari barang.

Jalur distribusi non MLM
manufacturer –> transporter –> wholesaler –> retailer –> advertisers –> customers

Jalur distribusi MLM
manufacturer –> representative –> customer

3. Tingkat pertumbuhan yang tinggi
Perusahaan MLM yang diatur dengan baik bisa berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20%, 50%, bahkan 100% tiap bulan

4. Tim sales dan marketing yang termotivasi.
Ada banyak sekali produk yang membanjiri pasaran. Dibutuhkan dana marketing yang besar untuk bisa memperoleh tempat di customer. Selain itu banyak produk yang membutuhkan penjelasan yang rinci dibandingkan dengan yang dapat dilakukan di iklan TV selama 30 detik.

Bagi perorangan, MLM bisa memberikan kesempatan untuk mempunyai sumber penghasilan tambahan yang jika disertai dengan kerja keras, bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup
significant.

Bagaimana Caranya?


MLM adalah tentang “banyak orang melakukan bagiannya masing-masing yang sedikit”. Dalam MLM, Anda tidak hanya mendapatkan komisi dari hasil penjualan Anda secara langsung namun juga secara tidak langsung. Anda mendapatkan juga komisi dari hasil penjualan orang yang Anda bawa ke perusahaan dan juga dari hasil orang yang orang tadi bawa, dan juga dari hasil penjualan dari orang terakhir yang dia bawa.

Dengan mendapatkan persentasi hasil dari banyak orang, penghasilan Anda akan berkembang sampai hasil yang sangat besar.

Jika Anda mendapatkan 5 orang yang serius mengembangkan bisnis dan masing-masing mempunyai hasil penjualan $100 per orang dengan komisi 5%, penghasilan Anda adalah seperti berikut :

Level - #people - $volume - $bonuses
1. 5 - 500 - 25
2. 25 - 2500 - 125
3. 125 - 12500 - 625
4. 625 - 62500 - 3125
5. 3125 - 312500 - 15625
6. 15625 - 1562500 - 78125
7. 78125 - 7812500 – 390625

Jadi, jika tiap orang bisa mendapatkan 5 orang, Anda bisa mendapatkan $500,000 per bulan. WOW, mari kita semua bekerja dan menjadi kaya!

Tapi tunggu dulu. Tidak sesederhana itu.

Membutuhkan usaha dan waktu untuk membangun grup dalam perusahaan MLM. Anda pun tidak bisa bekerja sendirian. Anda tidak bisa merekrut 90.000 orang seorang diri. Tiap orang harus mencari 5 atas usaha sendiri dan tidak semua orang mau bekerja untuk mendapatkan 5 orang itu.

Bisa dibilang jarang ada orang yang akan membangun group ideal seperti ini. Beberapa kaki di struktur
downline akan tumbuh lebih cepat dari yang lain. Beberapa kaki akan tumbuh dengan lebih lambat. Jika Anda tidak bekerja, Anda tidak akan pernah memulai satu pun kaki yang akan tumbuh sesuai dengan yang Anda inginkan.

Itulah konsepnya. Banyak orang mengerjakan bagiannya yang kecil dan Anda mendapatkan bagian dari setiap orang. Jika Anda mempunyai inisiatif dan etos kerja untuk membangun group tersebut, Anda bisa mendapatkan income yang cukup
significant bahkan bisa menjadi kaya.

Yang perlu digarisbawahi adalah MLM bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Diperlukan KERJA keras dan kebanyakan orang tidak mau mengerjakan hal-hal yang diperlukan. Kebanyakan orang tidak akan pernah menjadi kaya, hanya beberapa saja yang akan berhasil. Walaupun demikian, selama Anda memilih perusahaan yang benar dengan produk dan jasa yang baik, tingkat keberhasilan Anda sepenuhnya tergantung pada Anda.

Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral?

Ini adalah bagian terbesar dari argumentasi, ketidaksetujuan dan tuduhan yang tidak berdasar tentang MLM. Tidak sedikit yang beranggapan MLM adalah tidak etis dan tidak bermoral. Walaupun demikian secara hukum, MLM dianggap legal, tidak menyalahi aturan moral.

Sebenarnya MLM tidak bisa dikatakan dari sananya baik atau buruk seperti halnya orang memandang sistem bisnis biasa. Bisnis biasa (dunia korporat) bisa dijalankan secara baik dan bisa dijalankan dengan buruk. MLM juga demikian. Ada yg dijalankan dengan baik dan ada juga yang dijalankan dengan buruk. Jadi baik dan buruknya MLM tergantung bagaimana perusahaan didesain dan dijalankan oleh tim manajemen dan tim pemasar di lapangan.

Memang harus diakui ada juga perusahaan MLM yang tidak lebih dari sekadar penipuan, cara cepat menjadi kaya untuk pemilik dan segelintir kroninya. Beberapa di antaranya berusaha memanipulasi hukum dan menghindar dari hukum. Ada juga perusahaan MLM yang mempunyai produk yg sah secara hukum dan sudah berkecimpung dalam bisnis selama beberapa tahun tapi dijalankan secara salah, sedemikian sehingga banyak orang yang menjadi korban. Contoh, orang lanjut usia yangmenginvestasikan uang pensiun untuk membeli barang-barang yang memenuhi garasinya dan seterusnya. Banyak orang tentunya setuju bahwa perusahaan ini, setidaknya distributor yg menjalankan praktek-praktek tidak bertanggung-jawab, sama sekali tidaklah etis.

Sebenarnya ada banyak perusahaan yang dijalankan dengan sah, legal, dan etis. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai produk-produk yang baik, bermanfaat bagi pelanggan dan memberikan banyak orang peluang untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Kubu Anti MLM sering menyatakan bahwa perusahaan MLM dan distributornya hanya menjual fantasi tidak realistis mengenai potensi penghasilan yang dapat diperoleh kepada prospek, yg pada kenyataannya hanya menggemukkan penghasilan upline. Pandangan ini bisa dimengerti namun mengabaikan satu hal penting yaitu bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun group atau timnya sendiri seperti halnya uplinenya. Upline sudah bekerja keras, mungkin selama bertahun-tahun, untuk membangun downline yang sekarang memberikan hasilnya bagi upline tersebut. Orang baru mungkin sudah investasikan hanya beberapa ratus dollar dan beberapa jam saja perharinya. Setiap orang memulai dari tempat yang sama, DI DASAR, dan setiap orang punya kesempatan yang SAMA untuk membangun downlinenya sendiri.

Teori Saturasi

Satu-satunya pengecualian mungkin teori saturasi (jenuh). Dalam kasus ini, perusahaan sudah berkembang sedemikian rupa sehingga banyak orang daridistributor aktif yang tertarik untuk merekrut orang baru, sudah bergabung (ini tidak berarti SEMUA orang sudah direkrut). Orang baru akan lebih sulit mencari prospek baru dibandingkan upline yang telah melakukannya beberapa tahun yang lalu. Orang baru ini punya beberapa pilihan bergabung dengan perusahaan yang sudah mapan walaupun sudah mendekati jenuh, pilih perusahaan lain yang tidak punya masalah saturasi, atau menyerah.

Walaupun demikian, orang baru yang bergabung dengan perusahaan yang mapan, akan memiliki banyak alat bantu dan sistem
support daripada orang lama yang bergabung di perusahaan tersebut sejak lama. Mungkin juga ada lebih banyak produk, lebih banyak literatur, dan lain-lain. Walaupun orang lama yang bergabung lebih mempunyai pasar yang besar, mereka juga mempunyai fasilitas yang terbatas. Jadi ada kelebihan dan kekurangannya bagi orang yang bergabung duluan dan bergabung belakangan.

Dalam kenyatannya, saturasi ini jarang menjadi masalah. Hanya ada sedikit kasus di mana market benar-benar jadi jenuh. Mungkin saja akan lebih sulit untuk mencari orang baru dalam perusahaan yang besar tapi TIDAK ADA perusahaan dalam sejarah MLM yang berkembang sangat pesat sehingga menghabiskan potensi pasarnya. Lebih banyak orang yang memasuki usia 18 tahun di dunia ini daripada jumlah orang yang bergabung ke semua perusahaan MLM yang ada. Sampai sejauh ini, pertumbuhan MLM belum bisa menyamai pertumbuhan populasi manusia.

Jadi, MLM bisa dikerjakan secara sah, bermoral, tapi MLM bisa juga dijalankan secara tidak etis dan tidak legal.

Apakah merekrut itu salah dibandingkan dengan menjual produk?

Ini adalah pendapat umum mengenai MLM. Di satu sisi, pendapat ini benar. Jika tujuan utama di balik MLM adalah untuk merekrut orang, yaitu jika uang pembayaran waktu bergabung, adalah satu-satunya sumber pembayar bonus, maka tentu saja kegiatan MLM ini tidak benar.

Kubu Anti MLM berpendapat bahwa tujuan utama MLM adalah untuk merekrut orang baru, bukan untuk menjual barang. Yang tidak mereka mengerti adalah MENDAFTARKAN ORANG BARU ADALAH CARA ANDA MENJUAL PRODUK DI MLM. Di samping itu, Anda tetap bisa memperoleh penghasilan walaupun hanya jadi pengecer produk dan jasa yang dijual.

Jika Anda fokus hanya di penjualan, ini bukan MLM, hanya jualan cara biasa. MLM bekerja berdasarkan proses yang berbeda dari sales biasa. Bukannya mencari beberapa orang untuk menjual dalam volume besar sekaligus, Anda mencari banyak orang dan masing-masing menjual dalam volume sedikit (karena tiap orang menjual dalam jumlah kecil, pengunaan pribadi oleh tiap distributor menyumbang peranan penting dari total volume penjualan). Merekrut orang baru dan membangun
downlineadalah caranya Anda mencari orang-orang yang masing-masing mengerjakan bagiannya dalam proses penjualan. (Perhatikan : SETIAP orang melakukan kontribusi dari total penjualan. BUKAN HANYA orang yang bergabung belakangan. Kontribusi Anda bagi Upline secara perorangan hanya beberapa sampai puluhan dollar). Produk berpindah dari perusahaan ke customer atau distributor. Itulah sumber penghasilan dari MLM yang benar. Hanya cara pendistribusiannya yang berbeda.

MLM bekerja dalam hal yang berbeda dengan cara biasa, walaupun berbeda, hal itu tidak menjadikannya illegal atau amoral atau salah. Hanya caranya saja yang BERBEDA. Seperti halnya
franchise berbeda dari retail biasa (franchise pernah dianggap sebagai bentuk penipuan). Franchise bukanlah penipuan, hanya satu bentuk dalam bisnis. Mengacu ke analogi yang sama, MLM berbeda dari retail yang biasa danfranchising, tapi bisa menjadi bentuk efektif dalam melakukan bisnis.